SUASANA RAMADHAN 2020
Hari - hari di bulan Ramadhan selalu punya cara tersendiri untuk menyejukkan hati setiap orang. Atmosfernya selalu berasa beda, entah karena berbagai hiasan yang ada di pusat keramaian atau dengan diputarnya berbagai lagu religi. Dan pastinya karena di tempat kita tinggal akan dipenuhi orang - orang yang berjualan takjil atau menu berbuka di berbagai sudut.
Ramadhan, dimana semua muslim menjalankan ibadah secara bersamaan diseluruh dunia dan semua makluk hidup merayakannya. Tidak hanya seorang muslim, tetapi non muslim pula merasakan berkahnya. Karena Ramadhan membuat dagangan mereka, seperti makanan, minuman, pakaian dan lainnya lebih laris dari hari - hari biasanya. Non muslim pula bisa merasakan atmosfer Ramadhan, kedamaianpun menyelimuti hati mereka. Ketika mereka melihat orang - orang muslim yang dengan penuh suka cita menjalankan Ramadhan, mereka pula ikut berbahagia.
Kegiatan yang hanya ada di Ramadhan salah satunya dengan membangunkan sahur. Dimulai dari anak - anak remaja ataupun dewasa yang berkeliling kampung untuk membangunkan orang sahur dengan berbagai cara mereka yang kreatif. Ramadhan pula yang selalu mengajarkan kita untuk bersabar, belajar untuk berpuasa tidak hanya tentang menahan makan dan minum, tetapi lebih luas dari itu. Berpuasa adalah cara Allah mengajarkan kita untuk bersabar, menahan untuk tidak menikmati apa yang bukan atau belum menjadi hak kita.
Puasa, ketika kamu berhak melakukan sesuatu tetapi kamu tidak melakukannya sampai waktu tertentu. Contohnya, kamu berhak makan dan minum, tapi kamu bersepakat dengan Allah untuk tidak makan dan minum dari subuh hingga maghrib. Sebenernya puasa juga kita terapin dalam kehidupan sehari - hari, diluar Ramadhan. Contohnya, ketika kamu seharusnya bisa membeli semua barang apapun yang ada di dunia ini, tapi kamu memilih untuk membeli apa - apa saja yang kamu butuhkan. Karena ketika kamu memiliki sesuatu hal yang tidak kamu butuhkan, akan sia - sia, dan kamu gak akan ngerasain manfaatnya, yang ada kamu dipenuhi rasa gelisah.
Berpuasa dikala wabah sedang berkunjung, banyak hal yang berubah secara tiba - tiba, dan kita merasakan ketidakpastian, dimana itu hal yang membuat tidak nyaman untuk sebagian manusia. Tetapi, dikala wabah ini datang, aku dipenuhi rasa syukur. Di momen ini aku diberikan waktu luang yang lebih banyak, yang membuat aku lebih sering berdialog dengan Tuhan, menikmati waktu bersama ponakan yang kebetulan school from home, membuatkan beberapa makanan untuk mereka, mencoba menulis, menggambar dan kegiatan lainnya. Suasana Ramadhan yang hangat, menikmati waktu sebelum berbuka dengan keluarga, sholat tarawih (setelah beberapa tahun tidak bisa sholat tarawih), dan serunya di waktu sahur juga.
Yang paling ngena di aku adalah disaat aku bisa benar - benar bersyukur secara mendalam.
Mungkin dulu aku bersyukur karena target penjualan terpenuhi, bersyukur punya temen, dan bersyukur lainnya. Tetapi, di momen wabah ini aku dibuat untuk mensyukuri hal-hal yang sederhana tapi sangat bermakna. Di kondisi saat ini juga membuat orang - orang untuk #StayAtHome dan termasuk aku. Dimana aku gak pernah keluar rumah selama beberapa waktu dan sekalinya keluar rumah, WOW I really feel that.
Waktu itu aku keluar rumah, seketika aku memperhatikan setiap sudut, lebih mindfulness, lebih menyadari keberadaan burung yang lagi sibuk terbang, lebih nikmatin udara yang sejuk di sore itu, lebih nikmatin pemandangan disekitar rumah yang indah menurutku, didukung langit yang cerah, pohon - pohon yang tumbuh sehat, suara dari kicauan burung dan bisa ngeliat aktifitas orang lain di sekitar, itu nikmat. Selama ini aku gak pernah menikmati itu semua, aku anggep hal biasa dan angin lalu aja. Tapi, disaat itu aku menyadari kalau semua yang Tuhan kasih itu luar biasa. Bayangin kalau kita terpaksa untuk #StayAtHome selamanya, how? Jadi, mulai sekarang coba untuk bisa nikmati hal sekecil apapun yang masih bisa kamu lihat, dengarkan, rasakan, dan lakukan. Karena kamu gak akan pernah tau kapan kenikmatan itu akan pergi, semua ini bukan milik kita, titipan, karena tidak ada yang benar - benar kita miliki, bahkan tubuh kita sendiri.
Terima kasih Tuhan.
Ramadhan tahun ini berbeda, to be honest, thank you covid.
Komentar
Posting Komentar