Apa kata orang?
Mendengarkan kata orang bikin capek sendiri. Semua bermula dari manusia yang berinteraksi dengan
Seseorang dapat dikatakan bersosial dengan beberapa indikator seperti;
Seseorang dapat dikatakan bersosial dengan beberapa indikator seperti;
- saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
- saling tolong menolong
- saling bertukar informasi
- saling berempati
- saling membaur
- dll
Secara harfiah manusia adalah makluk sosial atau makhluk yang suka bermasyarakat atau berinteraksi dengan seseorang ataupun sekelompok. Dalam hierarki manusia yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dimana kebutuhan bersosial juga penting dalam kehidupan seseorang.
Tetapi, manusia terkadang melupakan akan konsep diri, dimana konsep diri sangatlah penting. Karena kita lebih mengenali tentang apa dan bagaimana kita. Ketika kita tidak mengetahui konsep diri, maka disaat kita bersosial dengan orang lain, akan menemukan kesulitan, yang pada akhirnya berujung stres.
Seperti "menjadi orang lain, mengubur diri sendiri".
Manusia jaman sekarang (mengamati beberapa lingkungan sekitar, termasuk pengalaman pribadi), lebih merasa senang untuk mendengarkan kata orang lain.
Pernyataan orang lain yang mungkin dilempar ke kamu;
- "Kayanya kamu gendutan deh, bagusan kalau kurus kemarin"
- "Kayanya kamu kurusan deh, jelek kaya tengkorak hidup"
- "Kamu pendek sih, jadinya susah dapet kerja"
- "Kamu ketinggian, aneh diliatnya kaya jerapah"
- "Hp kamu kok belum update sih, kan gak bisa ikutan trend aplikasi terbaru"
- "Beli baju yang branded sekalian, biar lebih percaya diri"
- "Yakin mau jadi freelance, penghasilan gak tentu"
- "Dia kuliah sampai S2 cuma buat pamer aja, toh nanti jadi ibu rumah tangga"
- "Jadi ibu rumah tangga apa hebatnya, gak bermanfaat buat banyak orang"
- Dan kritikan lainnya dari orang lain
Menurutku kritik adalah tindakan negatif, karena kritikan hanya fokus mencari cela kekurangan kita (menurut pandangan mereka), tanpa memberikan masukkan yang positif. Beda dengan nasehat yang melemparkan pendapat mengenai kekurangan kita, lalu memberikan saran positif untuk mengatasinya.
Bermula dari tidak mengenali diri atau belum menemukan konsep diri. Maka ketika ada orang lain yang secara tidak langsung menuntut kita sesuai standart mereka, tentu kita akan dengan mudahnya mengikuti tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan diri sendiri. Terus menerus mengikuti apa kata orang, hingga kamu merasa kelelahan dan berujung stres.
Sadar gak sih, ketika kamu memenuhi apa yang orang lain inginkan tentang kamu, semakin lama kamu penuhi, gak akan pernah ngerasa cukup. Akan selalu kurang, akan selalu salah, dan akhirnya kamu mempertanyakan kenapa gak ada akhirnya. Kenapa usahaku selama ini untuk membuat diriku sempurna untuk orang lain, gak bikin aku bahagia atau ngerasain fulfill, why?
Karena yang harus kamu penuhi adalah kebutuhanmu menurutmu, bukan menurut orang lain. Dengan cara mengenali diri, mencintai diri dan pastinya tau akan konsep diri. Setelah itu kamu akan dengan mudahnya dapat merespon orang lain yang mengkritikmu (ada yang tidak perlu direspon), merasakan fulfillment yang sesungguhnya, merasakan damai, merasakan kebahagiaan, dan tentunya sehat fisik.
- "Kayanya kamu gendutan deh, bagusan kalau kurus kemarin"
- "Kayanya kamu kurusan deh, jelek kaya tengkorak hidup"
Sadar gak sih, 2 pernyataan itu seolah sedang mempermainkan kita. Dimana bentuk tubuh yang gendut ataupun kurus, sama-sama dinilai buruk untuk sebagian orang lainnya. Kenapa seperti itu, karena pandangan setiap orang beda-beda, dalam memahami bentuk fisik yang baik dan tidak baik.
Kalau kamu ingat, ada firman Allah yang mengatakan "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (QS 95:4).
Komentar
Posting Komentar