Ada pesan dari semesta, jangan diabaikan.
Kamu diperintahkanNya untuk menyusuri beberapa sungai, syukurnya perjalananmu lebih ringan karena disediakan perahu, dayung dan sebuah buku pedoman.
Perahu pun mulai berlayar, ketenangan menemani dikala angin dan suara air sungai yang menenangkannya. Ia terus mengayuh tanpa tau apa yang akan dihadapinya ditengah perjalannya nanti. Yang ia tau, ia akan tetap berlayar hingga ia mencapai tujuan perberhentiannya dan sampai ditujuan akhirnya.
Sama halnya seperti kehidupan manusia, diciptakan untuknya anggota tubuh yang sempurna, dibekali akal dan Al-quran. Manusia di bumi ini diciptakan tentu ada tujuannya. Hanya untuk beribadah kepadaNya, ikuti saja aturanNya dan tetap jalani hidup ini apa adanya hingga perjalananmu di bumi selesai.
Akhirnya aku sampai didermaga pertamaku, ku istirahatkan tangan ini setelah mendayuh dan membeli beberapa makanan karena perutku mulai keroncongan, melihat-lihat kesibukkan makhluk lainnya yang ada disekitar. Kemudian aku melanjutkan perjalanan, namun ada yang berbeda dengan sungai yang kulewati saat ini, kini aku melihat air sungai yang sangat keruh, keruh sekali. Aku mulai kebingungan, lalu aku mengambil buku pedomanku untuk mencari tau apa yang sedang terjadi dan apa yang harus kulakukan.
-
Aku menemukan sebuah pentunjuk, aku tidak boleh membiarkan air keruh itu masuk kedalam perahuku, karena air keruh itu akan merusak dan menenggelamkan perahuku. Aku harus menjaganya, karena perahuku adalah kendaraanku yang nantinya harus membawaku ke dermaga terakhirku.
Sama halnya seperti hidup, jangan biarkan perkataan atau tindakan orang lain yang tidak baik itu masuk kedalam pikiran dan hatimu. Kamu yang memiliki kuasa atas dirimu, maka jangan ijinkan orang lain dengan sengaja menenggelamkanmu.
Kukira air keruh yang terakhir untukku. Ya, aku lupa jika akan selalu ada kejutan yang telah disediakan Sang Pencipta untukku. Tiba tiba saja aku ditabrak oleh beberapa perahu dari berbagai arah.
Menyebalkan rasanya ditabrak dengan beberapa perahu yang ku kenal ataupun tidak ku kenal, yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Kamu tidak bisa mengatur orang lain untuk tidak menyakitimu, tapi kamu bisa mengatur dirimu untuk tidak menyakiti orang lain.
Kamu tidak bisa mengabaikan kebenaran takdir dariNya yang kini menjadi kenyataan.
"Sulitnya hambahku ini untuk menerima apa yang telah kuberi, tidak bisakah kamu menurut kepadaku? Bagaimana bisa kamu menuruti hambaku yang lainnya, padahal dia yang lebih kau turuti adalah ciptaanku juga sama sepertimu. Aku adalah pencipta kalian, bukankah aku yang lebih besar, bagaimana bisa kamu memilih ciptaanku daripada Sang Pencipta? Aku selalu mengingatmu, sedang kamu lupa akanku" Kata Allah sembari mengelus pundakmu
Bahkan hal sekecil apapun itu atas ijin dari sang pencipta? Jika Sang Maha Besar mengijinkan sesuatu terjadi, maka itu baik untuk kita.
Tidak ada hal buruk, yang ada adalah kita mencari apa kebaikan dibalik apa yang kita anggap buruk. Tinggal kamu bisa menemukan atau tidak, seringnya manusia terlalu miskin akan rasa syukur.
Coba tanyakan kedirimu sendiri, apakah kamu selalu bersyukur minimal dengan 1 hal saja disetiap harimu? Jika tidak, sepertinya kamu lupa cara bersyukur.


Komentar
Posting Komentar